Tribun News - Hihihi, bahagia banget dech Bro, Sis, ngeliat pengakuan keok dari PSI yang tak lolos perlemen pada pemilu 2019 dan ga mungkin ngantor di Senayan. PSI kecut banget ketika menghadapi kenyataan, bahwa bangsa Indonesia ini tak sejalan dengan visi PSI.
Tadinya, waktu kampanye berkoar menentang Perda syariah, menentang ajaran Islam tentang poligami, pokoknya anti syariat full. PSI menganggap sentimen anti poligami, mendorong ibu-ibu, para muslimah, untuk berduyun-duyun mendatangi TPS untuk mencoblos PSI karena dianggap membela aspirasinya.
Please ya bro, Sis, para muslimah itu telah beriman kepada Allah SWT dengan iman yang sebenar-benarnya, mereka yakin semua syariat Allah SWT itu demi kebaikan manusia. Secara fitrah, umumnya wanita memang tak nyaman dipoligami, enggan di madu.
Namun perasaan ini tidak mungkin menjadikan wanita muslimah menolak syariat tentang poligami, apalagi ikut-ikutan menentangnya seperti PSI. Mereka cukup bersabar, jika ada keengganan, bukan melakukan penentangan sambil terus menata iman hingga maqomnya sampai pada ridlo dan ikhlas atas seluruh Qadla dan keputusan Allah SWT.
Bro, sis, para muslimah itu justru marah pada PSI. Karena, telah merendahkan Marwah muslimah yang dianggap mampu dikompori dengan sentimen anti poligami. Mereka, telah paham apa yang Allah SWT turunkan, berupa syariat Islam ini, pasti demi kemaslahatan umat manusia.
Coba berfikir, bukankah lebih mulia dan terhormat, menjadi istri dengan Nasab yang jelas, tanggungan nafkah, Suami yang melindungi, ketimbang menjadi pelacur ? Seorang muslimah hanya berkhidmat dan melabuhkan ketaatan kepada seorang lelaki, suaminya. Sedangkan pelacur ?
Baik atas alasan menyambung hidup karena tidak ada yang menanggung nafkah, baik karena rusaknya Akhlak mencari penghidupan dengan Melacur, wanita pelacur didatangi oleh banyak lelaki, yang hanya melampiaskan nafsu bejatnya. Tidak ada kesucian, jika punya anak tidak jelas garis nasabnya, rahimnya menjadi keruh, kotor, apa seperti ini yang diinginkan PSI ?
Saat PSI mengumbar menentang Perda syariah, juga menyerang PDIP, pemilih PDIP juga tak tergoda pindah ke PSI. Umat Islam ? Jelas menjadikan PSI sebagai musuh bersama. Bahkan, musuh yang sangat kurang ajar.
Baru punya partai belum lolos parlemen saja berani menghina ajaran Islam secara terbuka, apalagi punya kekuasaan ? Alhamdulillah, Qadarulloh rencana jahat PSI dihentikan oleh Allah SWT.
Karena itu, Bro n Sis, segera bertaubatlah, keluar dari PSI. Mau menunggu pemilu 2024 ? Wah lama itu. Mau maksa ngantor di Senayan ? Bisa saja, bikin saja tenda di serambi Senayan jika ingin ngantor. Kemudian ditulis kertas 'Fraksi Bro N Sis PSI'. Tapi itu konyol, terlalu, kata Bung Rhoma 'Sungguh Terlalu'.
Lebih baik, bagi putra putri umat Islam di PSI, menepilah. Segeralah kembali kepada umat. Sungguh, kelak di akherat teman dan handai taulan tidak akan bisa menyelamatkan, kecuali amal sholeh yang diperbuat. [].

Comments
Post a Comment