Luhut, Pemilu Jujur Karena Pengakuan Asing AS dan Aseng Cina?

Luhut, Pemilu Jujur Karena Pengakuan Asing AS dan Aseng Cina?

Tribun News - "Jadi internasional kan sudah hampir 20-23 negara yang mengakui pelaksanaan pemilu ini jurdil dan kredibel. Kemarin Dubes AS juga teleponan (dengan) saya mengenai ini. Tiongkok juga," Luhut (22/4).

Setelah Jokowi 'gagal' mengunggah pengakuan dunia internasional untuk melegitimasi pemilu curang, bahkan mengunggah mantra 'ucapan selamat atas kemenangan Jokowi Ma'ruf' kini giliran opung Luhut yang bicara.

Tidak tanggung-tanggung, Luhut mengklaim 20-30 negara mengakui pemilu JURDIL. Untuk menguatkan arugumen, Luhut meminjam legitimasi asing Amerika dan aseng China.

Lantas apa urusannya ? Sesungguhnya negeri ini dibangun untuk memenuhi nurani, harapan, dan mengejawantahkan keinginan dan perasaan rakyat atau untuk menjadi pelayan Amerika dan China ? Pemilu itu untuk memilih pemimpin bagi segenap rakyat Indonesia atau untuk memilih antek asing Amerika dan aseng China ?

Masih pertanyaan selanjutnya, kedaulatan itu ada ditangan rakyat Indonesia atau di ketiak asing Amerika dan aseng China ? Yang ingin di tenteramkan, itu hati dan perasaan segenap rakyat Indonesia atau majikan asing Amerika dan aseng China ?

Kenyataannya kecurangan tampak terindera, faktual dan nyata. Kecurangannya telah sampai pada level terstruktur, sistematis dan masif.

Setelah 'gagal' mencari legitimasi pemilu jujur didalam negeri, setelah gagal mengancam rakyat dengan tudingan gerakan inkonstitusional, setelah tidak mempan menggerakan Said Aqil dan LPOI nya, untuk meredam kemarahan rakyat atas kecurangan yang nyata, kini rezim meminjam salah satu jubirnya untuk mengunggah dukungan internasional.

Karena itu wahai umat, sekali lagi saya ingatkan. Konstitusi di negeri ini dibentuk untuk melayani dan melindungi segenap rakyat. Untuk membahagiakan dan menggembirakan perasaan rakyat.

Tidak ada satupun pasal, bahwa kedaulatan negeri ini butuh legitimasi asing maupun aseng, baik Amerika maupun China. Hari ini, rezim yang telah gagal membahagiakan rakyat, gagal mendapat dukungan rakyat, berusaha meminta perlindungan legitimasi asing dan aseng.

Wahai rezim ketahuilah, negeri ini bukan negara bagian Amerika, juga bukan provinsi China. Negeri ini adalah negeri muslim yang merdeka, yang di merdekakan untuk lepas dari segala bentuk penjajahan.

Wahai umat, jangan sampai tipu daya rezim melalaikan kalian dari menuntut hak atas kedaulatan dan keadilan. Rezim pembohong, curang dan khianat ini, tidak boleh mencuri pilar legitimasi, dengan mengklaim didukung segenap rakyat.

Rezim ini harus selesai, karena suara umat tidk menghendakinya lagi. Suara suara yang telah diikrarkan, tidak boleh hapus hanya karena buaian dusta lembaga survei.

Kita tak mungkin berhenti, sampai urusan ini benar-benar selesai. Sampai suara dan aspirasi perubahan itu, benar-benar menjadi keputusan otoritas KPU. [].

Comments