Tribun News - Pagi ini, fajar telah berlalu. Sebagian kalangan yang sedang khusuk menunggu 'serangan fajar' tapi tak kunjung datang, batinnya terus bertanya. Apakah tidak ada serangan fajar hari ini ?
Anda, keliru besar jika menganggap serangan itu akan datang di ketika fajar, dan hanya kepada Anda. Anda harus perhatikan beberapa fakta sebagai berikut :
Pertama, serangan itu tak terjadi hanya saat fajar. Serangan itu terjadi saat pagi, perang, siang, bahkan malam. Serangan itu, ada yg sudah jauh hari dilakukan ada juga yang mendekati hari H pencoblosan.
Tentang seberapa masif serangan ini, Anda perlu jalan-jalan sedikit, refresing, berteman atau meminta informasi dengan orang orang yang memiliki akses informasi dari otoritas perbankan. Luar biasa ! Penukaran uang pecahan dalam jumlah fantastis terjadi beberapa hari ini, bahkan pada bulan sebelumnya. Transaksinya melebihi transaksi pada saat lebaran.
Kedua, transaksi itu tidak hanya ditujukan kepada Anda. Bahkan, jika Anda termasuk orang yang jujur yang menolak serangan politik uang, tentu akan dihindari oleh calon dan partai.
Jadi, salah kesimpulan yang dibangun tidak ada transaksi uang pada saat fajar, karena Anda tidak mendapat serangan itu. Transaksi itu, telah, sedang dan akan terus terjadi. Bahkan tidak saja pada waktu fajar, bisa siang, malam, petang, bahkan saat waktu tahajud.
Transaksi ini mayoritas ditujukan kepada rakyat kecil, orang umum yang memang menunggu uang itu. Mereka tak peduli dengan janji visi misi, toh visi misi bagus akhirnya juga tukang kibul. Mereka akhirnya berfikir realistis, cari uang saja.
Mereka telah kehilangan waktu kerja, waktu untuk mencari duit dengan ikut pergi ke kotak kardus. Jadi wajar, mereka meminta sejumlah kompensasi untuk waktu yang mereka tinggalkan.
Namun meskipun demikian, ini bukan salah fajar. Fajar adalah waktu setelah subuh, atau menjelang siang. Sebagian berpendapat, fajar adalah waktu menjelang subuh. Apapun realitas fajar, dia tidak bersalah. Dia adalah waktu yang telah ditetapkan Allah SWT sebagai tanda kemaha kuasaan Allah SWT selaku rabb manusia, alam semesta dan kehidupan.
Ini juga bukan salah Mas Fajar, Dik Fajar, Eyang Fajar, baik Fajar Sidik, Fajar Ilahi, Fajar Kurniawan, Fajar Putra Setia Istri Pradana, Fajar Putra Selamanya Sendiri, atau fajar fajar yang lain. Jelas, ini murni kesalahan sistem politik demokrasi yang meniscayakan kekuasaan kapital sebagai ideologi bakunya.
Jadi kepada Mas Fajar, Dik Fajar, Eyang Fajar, Kak Fajar, baik Fajar Sidik, Fajar Ilahi, Fajar Kurniawan, Fajar Putra Setia Istri Pradana, Fajar Putra Selamanya Sendiri, atau fajar fajar yang lain. MOHON MAAF YA, ANDA TIDAK BERSALAH, DEMOKRASI-LAH YANG MENJADI BIANG KEROKNYA. [].

Comments
Post a Comment