INILAH PENYATAAN .!! FAHRI: SAYA DAPAT INFO CINA TEMBAK KAPAL TNI-AL, KENAPA DITUTUP-TUTUPI ..?? LIHAT SELANJUTNYA..



Pimpinan DPR RI, Fahri Hamzah menilainya insiden di Laut Natuna, Indonesia tak dapat dipahami cuma untuk aksi mengambil ikan oleh nelayan Tiongkok.
“Kalau murni nelayan tentu tak bawa senjata. Lantas, apa masalah penjaga laut China menghindar nelayannya di tangkap oleh aparat penegah hukum waktu masuk perairan Natuna yang beberapa terang masuk lokasi Indonesia? Info yang saya bisa, penjaga laut China melepas tembakan ke arah TNI AL, ” kata Fahri, Jumat (25/3).
 
fahri-hamzah

Bila telah berlangsung tembak-tembakan pada penjaga laut China dengan TNI AL di lokasi laut Indonesia lanjutnya, tak dapat dikatakan sebagai masalah tehnis memancing atau penangkap ikan dengan cara ilegal sebagai domain Menteri Kelautan serta Perikanan.
 
“Ini telah masuk masalah tembak-tembakan pada angkatan laut China yang tanpa ada izin melintas di perairan laut Indonesia lalu dihadang TN AL. Ini satu pelanggaran teritorial yang begitu serius, ” tegas politikus PKS ini.
Oleh karenanya Fahri merekomendasikan di samping tetaplah jadikan Kementerian Luar Negeri sebagai institusi paling depan untuk menggerakkan manfaat diplomasi, negara harusnya juga menguatkannya dengan Kementerian Pertahanan serta Panglima TNI.
 
“Menyikapi permasalahan itu, janganlah serahkan ke Menteri Kelautan serta Perikanan. Bu Susi minggir dahulu. Kemenlu mesti paling depan serta diperkuat Kemenhan, serta Panglima TNI, ” tegasnya.
Dari kolaborasi tiga institusi ini tutur Fahri, diinginkan tindakan memprotes dengan cara diplomasi mesti lebih tegas lagi sebab ini telah menyangkut kedaulatan NKRI.
 
“Kemana-mana China ini ngomong Indonesia utama untuk dia. Namun dalam praktek jalinan sesama negara, China juga yang berani melepas tembakan pada TNI AL didalam lokasi Indonesia lagi, ” ujarnya. (ts/jppn)