Inilah Pesinetron Cantik Biadab Suka Menyiksa Pembantu

Pesinetron cantik Andi Shyalimar Malik atau yang akrab disapa Cima, dan kakaknya Nabila dilaporkan ke polisi lantaran diduga telah melakukan penganiayaan kepada dua orangpembantu nya. Dua asisten rumah tangga yang mengaku menjadi korban kekerasan majikannya yang tak lain seorang artis Andi Shyalimar Malik adalah Tiara dan Salimah.

Tiara merupakan asisten rumah tangga asal Tulang Bawang, Lampung, sedangkan Salimah berasal dari Banyumas, Jawa Tengah.





Perbuatan keji itu diduga dilakukan Cima di rumahnya, perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

Dilansir Sindo, Terungkapnya kasus penganiayaan ini bermula dari warga di sekitar rumahpemain sinetron Cima yang kerap mendengar jeritan kesakitan dari pembantunya. Karena merasa curiga, warga mendatangi rumah tersebut dan menanyakan asal suara minta tolong dari suara kesakitan itu.

Tiara mengatakan, perlakuan kejam dan kasar yang diterimanya itu terjadi sejak empat bulan terakhir. Menurut dia, majikanya itu kerap melakukan penganiayaan, seperti menjambak, tendang, dan pernah digunting rambutnya dengan kasar.

“Saya belum digaji selama lima bulan, setiap hari mendapatkan perlakuan kasar dari Cima dan kakaknya Nabila,” katanya di Bekasi, Kamis (17/3/2016).


Tiara mengaku, mendapatkan perlakuaan kasar dari majikanya itu bila dipanggil namun tak kunjung datang, maka ia pun dipukul dan dijambak. Hal yang sama juga diungkapkan Slimah yang mengaku hampir setiap hari dia mendapatkan tindakan kasar tersebut.





“Saya juga mendapatkan perlakuan sama, kami sering dikasih makanan sisa, setelah makan dikasarin lagi,” tambah Salimah.


Sebenarnya, kata Tiara, pembantu di rumah itu ada tiga orang. Hanya saja, saat diselamatkan warga, Marni (19), ditahan oleh majikanya sang artis sinetron tersebut. Sehingga, yang dibawa warga hanya dua.

“Marni malah lebih parah mendapatkan perlakuan kasar dari kedua majikanya tersebut, kami sudah tidak tahan diperlakukan seperti binatang,” ungkapnya.


Padahal, gaji yang harus diterima mereka setiap bulanya mencapai Rp2,7 setiap bulannya. Namun diawal bulan hanya digaji Rp1,2 juta dan bulan keduanya Rp1,8 juta. Setelah dua bulan itu, para pembantu rumah tangga tersebut tidak pernah digaji dan disekap di dalam rumah tanpa diperbolehkan keluar rumah.





Tiara mengaku, sebenarnya majikan asli di rumah itu adalah Andi Tahir selaku orang tua dariAndi Shyalimar Malik (Cima) dan kakaknya Nabila. Sayangnya, setiap kedua anaknya melakukan tindakan kekerasan, orangtuanya hanya diam dan membiarkan saja.

“Saya pernah dipukul pakai panci, tapi orangtuanya diam saja. Saya kesakitan dan menangis,” tambahnya.


Setelah diselamatkan warga, kedua asisten rumah tangga itu didampingi warga langsung melaporkan kejadian itu ke polisi untuk melaporkan perlakuan kedua kakak beradik tersebut. Petugas yang mendapati laporan tersebut masih meminta keterangan kedua korban dan mencari alat bukti kasus kekerasan tersebut.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Puji Astuti membenarkan laporan kedua korban. Namun, pihaknya masih mencari alat bukti kasus kekerasan yang dilakukan majikanya tersebut.

Untuk memastikan korban mendapatkan perlakuan kasar, Unit PPA Polresta Bekasi Kota menunggu hasil visum dari pihak dokter yang akan dikeluarkan pada Sabtu 19 Maret mendatang.

“Kami masih menunggu hasil visum dari pihak dokter, karena ini berupa laporan secara lisan saja,” katanya.


Meski telah mengaku mendapat tindak kekerasan, namun kedua fisik korban tidak terdapat tanda-tanda kekerasan.

Kok bisa sih artis tapi kelakuan bak binatang? Bagaimana menurutmu?

Mari share dan jangan lupa berikan komentarmu.