Ini Kronologi Penamparan Sopir Angkot Oleh Ridwan Kamil - Ini Penjelasan Walikota

Walikota Bandung Ridwan Kamil tengah tertimpa kabar yang tidak sedap. Beliau dilaporkan ke polisi karena dugaan pemulukan yang dilakukannya kepada seorang supir angkot yang bernama Taufik Hidayat di Bandung. Dugaan penganiayaan itu terjadi pada Jumat (18/3) siang.


Kronologis dugaan pemukulan Ridwan KamilSource: jabar.tribunnews.comTanggapan Ridwan Kamil mengenai pemukulan
 
 
 
 
 
Source: www.republika.co.id

Kejadian bermula saat Taufik Hidayat yang merupakan sopir omprengan tengah menunggu penumpang di depan shelter bus Alun-Alun Bandung.

Tiba tiba serombongan orang yang diperkirakan adalah pengawal Walikota Bandung, Ridwan Kamil datang dan mengambil paksa kunci mobil. Setelah itu Ridwan Kamil kemudian menghadang kendaraannya sambil menegur Taufik dengan bahasa Sunda. Tiba tiba Taufik ditempeleng atau ditampar bagian pipi tiga kali dan dua kali ditonjok perut oleh Ridwan Kamil.

Taufik mengungkapkan, semestinya Ridwan Kamil tidak melakukan hal kasar seperti itu. Kepada polisi, Taufik mengaku salah karena terlalu lama mencari penumpang di lokasi shelter alun-alun Kota Bandung.

“Saya menyayangkan karena beliau (Ridwan Kamil) kan publik figur. Dia (Ridwan Kamil) menampar saya tiga kali di muka. Dua kali di perut. Alasannya, kata dia, saya membandel karena ngetem di depan selter,”



Melalui akun twitternya, Ridwan Kamil akhirnya memberikan penjelasan seputar kejadian pelaporan dirinya oleh Taufik Hidayat ke Polda Jabar. Ia menjelaskan kalau komplotan ini adalah oknum kambuhan yang kini play victim untuk mencari pembenaran

Lv-rvqvd_normal
tdk ada pemukulan. ini ada preman maksa warga masuk mobilnya, kepergok walikota, mau kabur. sy dadah2 aja gitu? https://t.co/dzoMteZgm6
Sun Mar 20 05:58:15 +0000 2016

Lv-rvqvd_normal
kalo ama preman maksa2 warga kyk gitu, saya pasti kasar. support kota tertib. https://t.co/fdcFDDjcIr
Sun Mar 20 06:59:06 +0000 2016

Lv-rvqvd_normal
1. Dia bukan sopir angkot, tapi anggota komplotan pelanggar hukum rutin. 2. Dia mau kabur spt biasa, maka sy cegat. https://t.co/zlHvZoJesW
Sun Mar 20 04:27:32 +0000 2016

Lv-rvqvd_normal
3. komplotan ini sdh sy ingatkan dgn lisan belasan kali. 4. Sdh dirazia Skogar berkali-kali, krn ada oknum aparat jd beking. skg play victim
Sun Mar 20 04:38:20 +0000 2016

Lv-rvqvd_normal
saya hampir tiap hari bike to work, makanya banyak nemu problem lapangan, termasuk preman2 omprengan itu. https://t.co/yWeXFXcvrg
Sun Mar 20 12:07:47 +0000 2016

Asep Cucu Cahyadi yang merupakan Kepala Diskominfo Kota Bandung juga membantah kabar penganiayaan yang dilakukan oleh Ridwan Kamil ini. Menurut dia, awal mula kejadian adalah saat pria yang akrab disapa Emil tengah bersepeda di kawasan Alun-Alun Kota Bandung bersama beberapa ajudan dan pengawal pribadi.

Namun, saat melintas di depan BRI Tower di Jalan Asia Afrika tepat depan Alun-Alun, ada sekumpulan sopir angkutan omprengan tengah menunggu di pinggir jalan. Sopir angkutan ilegal tersebut lantas dihampiri Emil untuk ditegur.

“Ada beberapa komplotan pelanggar hukum, yaitu mobil pelat hitam yang dijadikan angkot sedang ngetem. Sopir yang melihat kemunculan Wali Kota, langsung melarikan diri. Satu mobil berhasil ditahan Pak Wali dengan cara melintangkan sepedanya di depan mobil,”

Mengenai pemukulan dan penamparan sebenarnya ini tidak terjadi, karena Kang Emil hanya menepuk pelan. Hal tersebut dilakukan Emil sebagai bentuk peringatan karena sopir angkutan ilegal tersebut sudah berkali-kali diperingatkan. Tetapi, masih melanggar dengan tetap beroperasi dan ngetem di jalan yang rawan kemacetan.

Sebenarnya permasalahan angkot ngetem sembarangan ini adalah permasalahan klasik yang sudah sering terjadi. Tapi saat terjadi kejadian seperti ini mereka seolah olah adalah pihak yang tersakiti? Kalau ucapan asep mengenai Ridwan Kamil ini benar, maka sudah seharusnya sopir angkot yang ngetem sembarangan ini mendapatkan hukumannya.

Bagaimana menurut anda?

sumber:hello-pet
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==