Subhanallah, " Kisah Perjalanan Berliku Wanita Yahudi Masuk Islam " MEMBUAT NETIZEN TERHARU

http://www.tribunnewsindo.com/

TRIBUNNEWSINDO - Sharon adalah seorang wanita Yahudi yang memutuskan menikah dengan seorang pria muslim. Pernikahannya tentu mendapat penolakan keras dari keluarganya.

Meski dia mengatakan bahwa perselisihan antara Israel dan Palestina hanyalah karena politik, bukan karena Islam, namun keluarganya bersikukuh bahwa Sharon telah menikah dengan seorang musuh.

Saat menikah, Sharon tetap menganut agamanya, sementara suaminya yang Afrika-Amerika adalah seorang muslim. Meskipun Sharon tidak diminta untuk menjadi seorang muslim, suami Sharon memberinya ‘dakwah’ diam-diam berupa teladan yang sangat baik.

Suami Sharon memiliki literatur tentang Islam yang sangat banyak dan Sharon sering membaca-baca buku tersebut.

Selain itu, Sharon juga sering mengamati perilaku suaminya seperti tekun dalam menjalankan saalat lima waktu, pergi salat Jumat dan berpuasa selama bulan Ramadan. Jadi wajar jika Sharon juga ingin mempelajari agama suaminya itu.

Setelah satu tahun menikah, Sharon diajak suaminya untuk menghadiri pengajian di sebuah masjid untuk pertama kalinya.
Sebelum berangkat, Sharon diminta mengenakan baju yang pantas dan sopan. Setelah sampai di masjid, suami Sharon menunjukkannya ruang khusus untuk jamaah perempuan.
Saat di dalam, Sharon melihat begitu banyak perempuan muslim sudah hadir di sana. Hampir semuanya memiliki penutup di kepala mereka. Kemudian salah satu dari mereka menghampiri Sharon dan menyapanya. Dia bernama Basimah.
Singkat cerita keduanya berteman baik. Basimah juga selalu bercerita tentang Islam dan Allah kepada Sharon. Sampai akhirnya hidayah datang, Saron mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Dia mengatakan bahwa aku akan terlahir kembali, seperti bayi yang baru lahir, tanpa dosa. Aku bersimpuh dan menangis. Aku ingin kesempatan lain untuk mendapatkan hak dengan Allah. Anda lihat, aku punya masa lalu yang sangat kotak-kotak. Aku selalu mencintai Tuhan, tapi aku tersesat dalam hidup,” kata Sharon.

Setelah mengatakan syahadat, Sharoon diberi hadiah berupa sebuah buku petunjuk menjadi muslimah yang baik oleh Basimah. Sahabatnya itu juga memberi ia sajadah, abaya, dan hijab. Bahkan sejak itu, Sharon langsung mengenakan hijab hingga sekarang.

Bagi Sharon, agama Islam adalah untuk semua orang dan untuk semua waktu. Seharusnya tidak masalah apakah muslim itu orang Mesir, Pakistan, Amerika, Arab, Indonesia, atau Palestina.

Seharusnya tidak peduli apakah dia adalah kulit hitam, putih, merah, atau kuning. Seharusnya tidak masalah apakah dia berbicara bahasa Arab, Inggris, Spanyol, atau Urdu. 

“Keanekaragaman budaya tidak seharusnya memecah belah umat Islam,” kata dia.  [Sumber: Dream.co.id/sebarkanlah]
  
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==