SUBHANALLAH ==> Malaikat Kecil Tak Bersayap

tribunnewsindo Bismillah. Malam itu sama dengan kebiasaan malam-malam sebelumnya, tak lama setelah shalat Isyaa selalu menuju istirahat malam (tidur). Satu perbedaan menjelang tidur, si kakak berujar,
“Bunda, tolong bangunkan kakak jam dua yaa..”
“InsyaAllah”, jawabku.
Setelah kubimbing ia membaca doa-doa dan surah-surah yang disunnahkan Nabi Saw sebelum tidur, dia pun terlelap. Kudoakan ia, kuusap dahinya lalu kukecup dahi dan pipinya. Imut sekali dia saat terlelap. Subhanallah walhamdulillah..
Kutinggalkan ia ke meja makan, melanjutkan tugas paper kuliah yang menyita fokusku akhir-akhir ini. Hampir tengah malam, akhirnya aku memutuskan untuk tidur. Aku teringat permintaan si kakak supaya dibangunkan jam 2 pagi. “Ya ALLAH bangunkan kami”, pintaku pada Rabbku.
Tiba-tiba aku mendengar suara, dering alarm!! Astaghfirullah jam 2.30, aku merasa bersalah karena tidak bisa memenuhi janjiku pada buah hatiku. Dengan mata berat kubangunkan ia. Alhamdulillah mudah sekali ia bangun lalu ke hammaam, sedangkan aku masih di atas tempat tidur. Kulihat dia kembali ke kamar langsung murajaah tanpa disuruh.
Aku diantara setengah sadar sebab masih mengantuk berat, memperhatikannya murajaah. Hingga akhirnya jam 3 lebih aku benar-benar bangun dan melakukan apa yang dilakukan.Dia tidak terpengaruh orang-orang di sekitarnya masih tidur dan dia khusyu’ dengan mushhafnya. Allahumma.. teringatlah akan ayat: fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaan.
Aku malu terhadapnya..
“Ya Rabb.. Alhamdulillah.. haadzaa min fadhli Rabbi”
Tak lama kemudian adzan Subuh. Dia mengatakan, “Bun ada 3 waktu terlarang untuk tidur, yaitu: setelah shalat Ashar, setelah shalat Maghrib, dan setelah shalat Subuh”.
“Benarkah, darimana kakak tahu?” tanyaku.
“Kemarin Ustadzah memberitahu di Apel Pagi”, jawabnya singkat.
Setelah itu kubiarkan ia dengan kesibukannya, dan aku berusaha keras melawan berat mata dengan kembali ke makalah yang belum selesai, supaya tidak terlelap lagi sesudah Subuh.
Ya ALLAH, Engkau kirimkan malaikat kecil tak bersayap untuk mengajariku banyak hikmah.
Ya ALLAH, betapa mudahnya ilmu yang diajarkan membekas dalam jiwa-jiwa yang masih bersih.
Seringkali letih mendera kala mendampingi ananda setiap hari, dengan segala keunikan perilaku dan tabiat anak kecil yang tak jarang menjengkelkan hati. Namun lihatlah.. bila kita ajarkan Al-Quran maka insyaAllah mereka akan tumbuh dengan akhlaq Al-Quran. Dan dengarlah.. lisan mereka pun sibuk dengan kalam-Nya dan penuh hikmah.
Surakarta, 11.11.15
sumber : (fauziya/muslimahzone.com)
sumber : https://www.muslimahzone.com
baca juga :