"SEBELUM ADZAB DATANG" !! WANITA WAJIB BACA !! "Kado Terindah Untuk muslimah"

Kisah teruntukmu wahai wanita muslimah.. Biarlah Qosim Amin dalam Tahriir Al-Mar’ah mencaci maki hijab dan biarlah Naisbitt dalam Megatrends Asia-nya berkoar-koar hanya wanita yang berani tampil beda saja akan bisa hidup di era mendatang.

Masih segar dalam ingatan ketika seorang kakak kelas di sebuah SMU Negeri mengenakan jilbab. Di mataku, ia nampak cantik dan anggun dalam balutan seragam putih abu-abu dengan selembar kerudung putih yang terjuntai ke bawah.Gadis itu dengan antusias dan penuh percaya diri tampil beda seolah tak peduli tatapan heran puluhan mata yang menganggap jilbab sebagai suatu yang aneh. Kala itu tahun 90-an dimana orang berbusana muslimah masih sangat jarang. Isu jilbab beracun telah membuat phobia banyak kalangan untuk memandang asing tentang kewajiban jilbab.
Berbagai ujian beruntun menghadang, mulai dari skorsing, diultimatum pindah sekolah hingga terpaksa menandatangani surat pernyataan ketika mereka bersekukuh tetap berbusana muslimah dalam STTB atau ijazah. Itulah sunnatullah, bahwa Allah akan menguji hamba-Nya yang berupaya berpegang teguh pada syari’at-Nya.
Seiring berjalannya waktu dengan kian gencarnya gerakan dakwah Islam, majelis ilmu kian semarak mulai dari kalangan mahasiswa, birokrat dan segenap masyarakat. Kaum muslimin semakin memahami dan mulai mengamalkan ajaran Islam dan busana muslimah semakin mendapat simpati. Berbondong – bondong para mukminah mulai menutup diri dan menjaga kesuciannya dengan tampil anggun serta menyejukkan dengan berbusana taqwa.
Sampai di sinilah cerita membanggakan tentang jilbab.
Saat ini begitu booming tentang jilbab gaul. Mungkin sering kita lihat, seorang berkaos lengan panjang press body, celana jeans ketat, dan selembar kerudung mungil dengan warna terang serta berhiaskan aneka aksesoris, belum lagi dandanan yang menor. Begitukah model jilbab ala Islam?
Sejatinya busana muslimah yang dikehendaki syari’at adalah pakaian yang longgar, tidak transparan, bukan pakaian menyerupai pakaian laki-laki atau busana orang-orang/ wanita kafir yang menonjolkan anggota tubuh dan tidak merupakan pakaian yang glamor.
Hijab adalah kado spesial untuk muslimah yang merindukan surga. Hijab adalah identitas wanita bertaqwa agar terhindar dari fitnah. Hijab bukanlah penghalang langkah wanita untuk menjadi lebih baik serta dicintai Allah. Biarlah Qosim Amin dalam Tahriir Al-Mar’ah mencaci maki hijab dan biarlah Naisbitt dalam Megatrends Asia-nya berkoar-koar hanya wanita yang berani tampil beda saja akan bisa hidup di era mendatang. Dalam konteks Naisbitt berani tampil di sini, maksud tampil beda dalam upaya menyimpulkan cara dan kebiasaan jilbab dan hijab mungkin dianggapnya pengalang untuk maju.
Jilbab dan hijab hadiah terindah dari Illahi Rabbi, jangan pernah disia-siakan. Ia mendatangkan barakah, rahmat dan kebahagiaan. Aisyah wanita paling cerdas sejagad, calon penghuni jannah, namun tetap komitmen pada hijab.
Ya Rabbi… teguhkan kami di atas agama-Mu. Janganlah Engkau condongkan hati kami pada kesyirikan dan kemaksiatan setelah Engkau beri kami petunjuk.
yuk samasama saling belajar dan terus meningkatkan kualitas diri :):)



Sumber : Muslimah.or.id