Muslimah Wajib Baca !! ==> “FITNAH AKHIR ZAMAN” : Jilbab Dengan Gaya Punuk Onta

-
;
tribunnewsindo Di zaman yang penuh akan fitnah dari berbagai segi dengan perkembangan zaman yang sangat pesat, syariat jilbab mulai banyak diserang dan diobok-obok oleh para musuh Islam. Mulai dari meragu-ragukan kewajiban berjilbab, mengatakan jilbab sekedar budaya Arab, atau menganggap jilbab hanyalah mengekang kebebasan wanita modern. Di samping isu-isu  tersebut, merebak pula fenomena yang menistakan syariat jilbab, yaitu menjamurnya jilbab punuk unta di masyarakat Islam.
Memang seiring dengan perkembangan mode yang begitu pesat di berbagai negara, bermunculan pula beragam jenis modifikasi jilbab. Awalnya mereka hanya menawarkan desain-desain pakaian jahiliyah. Namun, semakin lama modifikasi mulai merambah wilayah syar’ i yang seharusnya tidak ada campur tangan manusia untuk mengotak-atiknya.

Akhirnya, model jilbab pun bermunculan. Ada jilbab Pashmina dengan beragam variannya, jilbab Paris, jilbab rajut, dan seabrek macamnya yang semuanya hanya mengacu pada unsur kecantikan, penampilan, modis, style, dan modernitas palsu. Di dalam model tersebut sama sekali tidak mempertimbangkan syarat-syarat hijab  syar’i. Lebih memalukan dan memilukan lagi tatkala hijab gadungan tersebut mulai dikonteskan. Mulai dari kontes hijab seperti “Calls for free Palestine”, hijab huntworld muslimah, kontes foto jilbab hingga berbagai kontes lainnya.
 Jujur saja, sebenarnya bukan kontes jilbab, namun kontes kecantikan para pemakai jilbab. Lantas apa standar penentuan pemenangnya? Apakah yang paling syar’i yang paling menang? Jika demikian adanya, rasanya sangat jauh panggang dari api.

Hati-Hatilah dengan Jilbab Punuk Unta

Jauh hari sebelum fenomena ini muncul, Nabi  telah mensinyalir fenomena jilbab punuk unta ini. Kalau dahulu para sahabat tidak mendapati realitanya, namun kita sekarang berada di era pembuktiannya. Sungguh benar apa yang disabdakan nabi  berikut ini:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah saya lihat sebelumnya; sebuah kaum yang membawa cemeti seperti layaknya ekor-ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukuli manusia, kemudian wanita yang mengenakan pakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok ketika berjalan, kepala-kepala mereka seperti punuk-punukunta yang condong; wanita seperti ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aromanya, padahal sungguh aroma surga dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Hadis ini dikatakan para ulama sebagai salah satu tanda hari kiamat kecil yang sedang berjalan. Golongan pertama dari penghuni neraka yang belum pernah dilihat Nabi  tesebut adalah suatu kaum yang membawa cemeti seperti layaknya ekor-ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukuli manusia. Mereka adalah para aparat zholim yang main hakim sendiri dalam menghukum manusia. Mentang-mentang mereka aparat, seringkali disalahgunakan jabatannya untuk menzholimi manusia. Bukankah fenomena ini sekarang banyak kita saksikan diberbagai negeri kaum muslimin yang mana para ulama, dai, aktivis, mujahid senantiasa dizholimi dan nyawa mereka dihargai sangat murah?
Adapun golongan yang kedua, maka inilah golongan yang dimaksud dalam pembahasan ini. Yaitu wanita yang kepala mereka laksana punuk unta. Dalam menjelaskan hadis ini Imam Nawawi  berkata,’kasiyat ‘ariyat’ di dalam hadis tersebut maknanya adalah wanita yang menyingkap sebagian dari tubuhnya untuk menunjukkan keindahannya, maka mereka berpakaian akan tetapi telanjang. Atau berpakaian dengan pakaian tipis yang menampakkan tubuhnya. Wanita seperti ini pun hakikatnya berpakaian tapi telanjang. Adapun makna ‘mailat mumilat’ mereka melenceng dari ketaatan Alloh  ,berjalan sombong, tidak menjaga kesuciannya serta mengajari orang lain berbuat sepertinya. Sedangkan dalam menjelaskan “kepala mereka laksana punuk unta” maksudnya:
يُعَظِّمْنَ رُءُوسهنَّ بِالْخُمُرِ وَالْعَمَائِم وَغَيْرهَا مِمَّا يُلَفّ عَلَى الرَّأْس, حَتَّى تُشْبِه أَسْنِمَة الإِبِل الْبُخْت
“Mereka memperbesar kepala mereka dengan kerudung, sorban serta sejenisnya yang digunakan untuk menutup kepala, sehingga dengan penutup tersebut kepala mereka menyerupai punuk-punuk unta.”

Subhanallah, kita benar-benar mendapati realita kebenaran wahyu ini. Sungguh mengerikan dan menakutkan. Bukankah jilbab punuk unta inilah yang hari ini dipopulerkan para artis dan dijadikan trend para pemudi? Bukankah jilbab ini juga yang hari ini memenuhi toko-toko baju, boutique, dan mall-mall atau bahkan dipakai keluarga kita? Allohu al-Musta’an.
Sungguh fenomena yang menyedihkan. Bagaimana tidak, muslimah yang memakai jilbab syar’i justru dibilang aliran keras, ekstrimis, teroris, fundamentalis, Islam kolot, sesat, dan cemoohan sejenisnya yang tadinya sejengkal jadi sehasta.

Kembalilah Wahai Muslimah

Saudariku kaum muslimah, Renungkanlah sejenak, Jika pemakai jilbab punuk unta saja diancam tidak mencium aroma surga? Lantas bagaimana dengan mereka yang tidak berjilbab? Oleh karena itu, kembalilah kepada hijab Islami sesuai apa yang di syariatkan oleh Allah dan Rasulnya. Itulah kemuliaan sejati seorang muslimah di dunia ini. Jilbab-jilbab gadungan itu hanya akan membuat dirimu jauh dari rahmat Allah . Biarkan orang mencibir, biarkan orang mencela saat engkau memakai hijab syar’i. Yakinlah itu hanyalah sesaat saja. Jangan bersedih, karena kau tetap permata ketika kesucianmu indah terjaga. Engkau akan lebih bercahaya dengan mengenakan jilbab sesuai dengan syariat-Nya.


Oleh: Hawari, Lc, M.E.I.
/script>

Subscribe to receive free email updates: